Vihara Mahasampatti
  2019-07-07 08:58:49
SPD Day 12 (26 Apr '19)

Doa Buddhism Oleh: B. Cittajayo Sering kita amati dalam masyarakat bahwa masing-masing memiliki doa dengan ciri yang berbeda-beda. Secara harafiah, doa artinya harapan. Banyak yang berpendapat doa dalam agama Buddha sama dengan yang lain sehingga apa yang agama lain lakukan coba diadaptasikan dalam agama Buddha. Tetapi hal ini tidak semuanya mampu bersinergi karena ajaran dari Sang Buddha memilki ciri khas yang berbeda secara kualitas. Dalam ajaran Sang Buddha, kita ditekankan bahwa yang terpenting dalam hidup adalah bagaimana kita berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Doa dalam agama Buddha yang sejatinya kita kenal adalah dengan membaca paritta. Tetapi paritta ini tidak bisa dikatakan adalah salah satu doa yang Sang Buddha sampaikan karena paritta muncul setelah Sang Buddha parinibbana. Pada jaman dulu, Sang Buddha beserta murid-muridnya hanyalah melakukan pengulangan sutta untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya kita harus mengetahui bahwa di dalam paritta itu sendiri bukanlah seperti apa yang Anda anggap, bahwa doa sebagai pengharapan, kalau berdoa akan diberi seperti sistem take and give. Doa di dalam agama Buddha khususnya paritta itu merupakan bentuk pernyataan pada beberapa hal di antaranya: 1. Vandana Yang artinya Sang Buddha itu ada. Sang Buddha merupakan orang yang telah mencapai pencerahan, maka itulah kita memuji Beliau. 2. Perlindungan Yang memiliki arti berlindung pada kualitas Buddha, Dhamma, dan Sangha. 3. Tekad, Seperti ketika membacakan Pancasila, kita merenungkan dan bertekad untuk menerapkan 5 sila dalam kehidupan sehari-hari. Jadilah pribadi yang memiliki kualitas untuk membina diri tanpa mengenal waktu dan tidak memandang apakah kita berada dalam lingkungan vihara ataupun tidak.