Vihara Mahasampatti
  2019-04-27 08:26:03
SPD Day 06 (20 Apr '19)

Kebencian, Keserakahan, dan Kebodohan Oleh: B. Guttadhammo Thera Kita belajar, praktik Dhamma, sesungguhnya untuk mengoreksi diri kita sendiri. Tetapi jika kita tidak memahami dengan baik, kita belajar, praktik Dhamma bukan untuk diri sendiri, tetapi justru untuk mengoreksi orang lain. Jika kita mau belajar, mau latihan untuk mengikis pengotor batin, tentu yang merasakan manfaatnya tentu adalah diri sendiri. Berikut 3 dari banyaknya pengotor batin: 1. Keserakahan Kalau kita sendiri saja tidak sadar memiliki keserakahan, tentu kita juga tidak tau bagaimana cara mengatasinya. Justru karena kita tahu, maka kita berlatih untuk mengikisnya. Caranya dengan berdana, berbuat baik. Ini melawan pengotor batin yang bernama kserakahan. Namun ada juga yang berbuat baik tapi malah bertambah serakah. Berdana kecil, namun berharap besar. Ibarat umpan kecil, berharap mendapatkan ikan paus. Ketika keserakahan muncul, muncullah rentetannya, kebencian. 2. Kebencian Menjadi manusia tentu wajar memiliki kebencian terhadap orang lain. Terkadang apa yang sudah berlalu bertahun-tahun, namun kita masih ingat, masih membenci orang tersebut. Padahal orang yang kita benci itu sudah tidak ingat. Ini tentu hal yang bodoh. Pada umumnya ketika seseorang ingin maju dalam aspek kehidupannya, ia malah hanya ingin tantangan yang mudah, tidak suka dengan yang sulit. Jika ingin maju, justru harus memilih tantangan yang sulit. Ibarat ujian kenaikan kelas, soal ujian yang diberikan setiap tingkatannya tentu semakin sulit. Batin kita yang kotor ini adalah seperti kerusuhan. Rasa tidak suka, kebencian, ini adalah ibarat kerusuhan. Dibutuhkan latihan untuk meredakannya. 3. Kebodohan Dari kebencian, muncullah kebodohan. Kepandaian secara spiritual adalah mereka yang mampu melenyapkan pengotor batin. Dalam Dhamma diajarkan cara untuk mengikis pengotor batin. Dengan demikian maka kita bisa menjadi bahagia. Bahkan makhluk sekitar kita juga ikut bahagia. Itulah tujuan utama kita, mengoreksi diri kita, berlatih untuk melenyapkan pengotor batin. Hidup sebagai manusia adalah kesempatan yang sangat baik. Berlatihlah, praktiklah, karena dengan praktik kita akan lebih mengetahui manfaat dibandingkan jika hanya ritual saja.