Buddhist Channel
  2017-04-23 11:20:42
Dimana Bahagia - Bhante Pannavaro

Semua orang ingin bahagia. semua orang mencari cari dimana bahagia. Apa sebenarnya bahagia itu? Bhante Sri Pannavaro Mahathera mengatakan kita tidak perlu mencari dimana bahagia. Kita akan sulit jika mencari dimana bahagia. Karena kita tidak akan menemukannya.  Masih ingat syair lagu ciptaan alm. Bhante Girirakkhito yang berjudul dimana bahagia? Dimana Bahagia (lagu cip. Bhante Girirakkhito alm.) Lama tlah ku mencari berkelana kian kemari Dimana gerangan dikau duhai bahagia Daku bersuka ria berpesiar ke taman sari Bahagia sekejap mata hanya bagai mimpi Daku mohon para dewa dewi Masuk ke candi berjunjung jari Tetapi hanyalah hampa surga tak dapat dibeli Sekarang ku mengerti bahagia di dalam hati Dimana sang nafsu lenyap disana bahagia Bhante Sri Pannavaro Mahathera mengatakan bahagia otomatis muncul saat penderitaan berkurang. Jika penderitaan lenyap maka kebahagiaan tertinggi atau nibbana tercapai. Tidak perlu mencari dimana bahagia. Bahagia tidak ada di vihara, di altar Buddha atau tempat lainnya. Bhante Sri Pannavaro Mahathera dalam khotbah saat perayaan hari Magha di Vihara Pluit Dharmasukha menjelaskan selain peristiwa yang terjadi di hari Magha tersebut namun juga menerangkan secara sederhana bagaimana untuk mengurangi penderitaan. Semua terkait dengan apa yang di ucapkan oleh Buddha Gautama kepada 1250 orang arahat yang tanpa diundang berkumpul di taman tupai Velluvana Arama. Apa yang diucapkan oleh Buddha saat itu dikenal sebagai Ovada Pathimokha. Dalam empat kesunyataan mulia, Buddha Gautama tidak mengatakan bahagia. Buddha Gautama mengatakan ada penderitaan, penderitaan itu ada sebabnya, penderitaan dapat dilenyapkan serta jalan untuk melenyapkan penderitaan. Ajaran Buddha dari dahulu sampai sekarang hanya satu yaitu penderitaan dan lenyapnya penderitaan, bukan sekedar mencari dimana bahagia. Lenyapnya penderitaan tidak sama dengan bahagia. Lenyapnya penderitaan adalah kebahagiaan tertinggi yang bukan sekedar bahagia. Penderitaan berkurang maka kebahagiaan muncul. Lenyapnya penderitaan, bebas dari kotoran batin maka kebahagiaan tertinggi tercapai, Nibbana Paramang Sukhang. Saat penderitaan lenyap maka selesai sudah tugas kita. www.ceramahdhamma.com