Pariyattidhamma Saṅgha Theravāda Indonesia
  2017-06-23 14:50:23
Pabbajjā-Upasampadā I/2017 Saṅgha Theravāda Indonesia

KATA PENGANTAR Oleh: Y.M. Mahā Dhammajāto, Thera Buddhasāsana merupakan Ajaran Buddha atau Dhamma yang bertujuan untuk menolong setiap makhluk agar terbebas dari penderitaan. Setelah Buddha mencapai penerangan sempurna, beliau mengajarkan Dhamma yang pertama, yaitu Dhammacakkapavattana Sutta dan Anattalakkhana Sutta kepada lima orang petapa yang membantu beliau selama berjuang dalam mencari Jalan agar terbebas dari penderitaan. Setelah mendengar Dhamma tersebut, lima petapa mencapai tingkat-tingkat kesucian dan memohon untuk diterima sebagai murid Beliau. Buddha menerima mereka menjadi bhikkhu dengan cara Ehi bhikkhu. Cara menerima seseorang menjadi bhikkhu yang dilakukan oleh Buddha dikenal sebagai Ehi bhikkhu upasampadā. Dhamma berkembang dan menyebar ke berbagai penjuru India. Banyak putra-putra keluarga yang mendapat pencerahan dan berniat menjadi bhikkhu. Pada saat itu, upasampadā hanya bisa dilakukan oleh Buddha sehingga setiap kali ada seorang putra yang ingin menjadi bhikkhu, para bhikkhu akan mengajak mereka bertemu Buddha untuk mendapatkan upasampadā. Perjalanan yang jauh dan sulit merupakan masalah bagi para bhikkhu maupun mereka yang ingin menjadi bhikkhu. Setelah melihat kondisi demikian, Buddha memberikan ijin kepada setiap bhikkhu untuk memberikan upasampadā kepada putra-putra yang ingin menjadi bhikkhu dengan cara tisaraṇagamana upasampadā atau tisaraṇagamanūpasampadā. Seiring berjalannya waktu, jumlah para bhikkhu bertambah banyak. Selanjutnya Buddha menginginkan agar saṅgha menjadi utama sehingga beliau memberikan wewenang kepada saṅgha dan mengganti cara upasampadā dari tisaraṇagamanūpasampadā menjadi ñatticatutthakamma upasampadā”. Saṅgha Theravāda Indonesia merupakan kelanjutan saṅgha yang dibentuk oleh Buddha lebih dari 2560 tahun yang lalu. Perkembangan agama Buddha di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Umat Buddha pun bertambah banyak dan permasalahanpun ikut mewarnai perkembangan agama Buddha di Indonesia, diantaranya yaitu; perkembangan bhikkhu dan umat yang tidak sebanding. Cara yang digunakan oleh Saṅgha Theravāda Indonesia adalah mengenalkan kehidupan luhur dengan program pabbajjā sāmaṇera. Bahkan pada usianya yang ke 40 tahun, telah banyak program pabbajjā sāmaṇera yang diadakan setiap tahunnya. Pada tahun 2017 ini, Saṅgha Theravāda Indonesia bekerjasama dengan dāyakasabha dan umat Buddha vihāra Ratana Graha, Green Ville telah mengadakan kegiatan pabbajjā-upasampadā 1 / 2017, yang diadakan sejak tanggal 6 – 22 Mei 2017. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program pabbajjā sāmaṇera yang telah dilakukan oleh Saṅgha Theravāda Indonesia untuk memfasilitasi mereka yang telah berusia 20 tahun dan ingin melatih diri menjadi bhikkhu dalam waktu tertentu. Juga untuk membantu kegiatan perayaan hari-hari besar agama Buddha, khususnya Waisak di daerah-daerah. Pada kegiatan pertama kalinya ini, peserta yang mengikuti berjumlah 20 peserta, terdiri dari: 18 peserta dari Jakarta dan Tangerang; 1 peserta dari Bandung; dan 1 peserta dari Pati. Kegiatan ini diadakan di 4 vihāra, yaitu; vihāra Jakarta Dhammacakka Jaya, Jakarta; vihāra Ratana Graha, Jakarta; vihāra Saddhādīpa Juwana, Pati; dan vihāra Saddhāgiri Jrahi, Pati. Atas nama panitia, saya menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada: 1. Y.M. Sukhemo, Mahāthera sebagai upajjhāya yang telah dengan sabar membimbing dan mendukung kegiatan ini. 2. Y.M. Sri Paññāvaro, Mahāthera, Saṅghapāmokkha Saṅgha Theravāda Indonesia yang telah mendukung dan menyarankan agar program ini ditangani oleh Bidang Pendidikan Saṅgha Theravāda Indonesia. 3. Y.M. Subhapañño, Mahāthera, Saṅghanāyaka Saṅgha Theravāda Indonesia yang telah mendukung dan menjadikan kegiatan ini sebagai program Saṅgha. 4. Y.M. Guttadhammo, Thera Ketua Bidang Pendidikan Saṅgha Th