Persaudaraan Buddhis
  2026-04-10 18:44:13
Seberapa Sering Kita dibuat Pusing oleh Pikiran Kita oleh Romo Djoko Kusnadi

Dalam meditasi, sering kali ada rasa “berusaha”. Kita mencoba menenangkan pikiran, fokus, atau mencapai kondisi tertentu. Tanpa terasa, itu bisa membuat kita menjadi tegang. Kali ini kita akan mencoba pendekatan yang lebih natural. Bukan untuk memperbaiki pengalaman, tapi untuk kembali ke realitas apa adanya. Meditasi akan dibawakan dengan ringan, sebagai ajakan untuk beristirahat di dalam momen ini. Kita memberi ruang bagi apa pun yang hadir, baik pikiran, perasaan, maupun sensasi tubuh, tanpa perlu dilawan. Mungkin, kedamaian bukan sesuatu yang harus dicapai, melainkan sesuatu yang sudah ada ketika kita tidak lagi menolak pengalaman saat ini. Bagaimana caranya? Apakah hasilnya sama? Mari kita dengarkan dan praktek bersama dengan Sdr. Andreas Pasolympia, BA, MA (Hons), Beliau adalah pembelajar meditasi sejak usia 10 tahun, yang sempat mendalami berbagai pendekatan pengembangan diri Barat sebelum kembali ke meditasi secara lebih mendalam sejak tahun 2010. Beliau belajar dari berbagai tradisi meditasi seperti tradisi Tibet, Vietnam, dan Thailand. Dalam perjalanannya, beliau semakin beresonansi dengan pendekatan meditasi yang sederhana, natural, dan apa adanya, yang sering ia sebut sebagai Meditasi Sahaja atau Meditasi Natural. Pendekatan ini juga dapat ditemukan dalam berbagai tradisi, yang sama-sama menunjuk pada pengalaman langsung, dengan usaha yang tidak dipaksakan. Saat ini, Beliau terus belajar sambil berbagi praktik meditasi yang ringan dan dekat dengan pengalaman sehari-hari.