Dhammavihari Buddhist Studies
  2019-11-06 05:07:19
Loṇakapallasutta

Di sepanjang saṃsāra ini, jumlah #kamma baik dan kamma buruk kita sudah tidak terhitung. Tentu kita semua menginginkan yang berbuah adalah kamma baik saja dan yang buruk tidak usah berbuah. Apakah hal tersebut dimungkinkan? Di kelas Pariyatti Sāsana ini, #Ashin Indobhāsālaṅkāra menyampaikan ada empat antibodi yang harus kita miliki sehingga kamma buruk bila berbuah kita tidak terlalu merasakan atau bahkan bisa hilang potensinya untuk berbuah. Beliau menyampaikan empat cara ini sesuai dengan yang terekam di Loṇakapallasutta (AN 3.101) dan di kitab komentar serta subkomentarnya. Sebelum menjelaskan tentang sutta ini, Ashin Indobhāsālaṅkāra terlebih dahulu menjelaskan perbedaan pengertian kamma menurut #Buddhisme dan ajaran lain karena menurut beliau kammassakatā sammādiṭṭhi (pandangan benar tentang kamma) adalah dasar yang sangat penting. Selanjutnya beliau juga menjelaskan tentang kamma berdasarkan urutan kematangannya di mana ada kamma yang tidak lagi punya potensi untuk berbuah (ahosi kamma). Di sutta ini, #Buddha menggunakan garam (loṇa) sebagai perumpamaan untuk perbuatan tidak baik (akusala kamma), bila kita mencampurkan segelas air ke dalam semangkuk garam tentu airnya akan menjadi sangat asin, lain halnya bila kita mencampurkan semangkuk garam ke dalam sungai, maka air sungai tidak akan terasa asin. Demikian juga dengan halnya akusala kamma dan kusala kamma dengan terus melakukan kusala kamma yang tercakup dalam 4 antibodi ini maka buah dari kamma buruk akan tidak terasa atau bahkan kamma buruk tidak lagi berpotensi untuk berbuah. Selamat menikmati! Video ini merupakan video ceramah Ashin Indobhāsālaṅkāra di kelas Pariyatti Sāsana pada hari Minggu, tanggal 3 November 2019. Ashin Indobhasālaṅkāra lahir di Magway, Myanmar pada tahun 1990 dan menjadi sāmaṇera pada usia 7 tahun. Beliau mendapatkan penahbisan penuh pada tahun 2009 dan di tahun yang sama beliau dianugerahi gelar Vinayavidū dari Aung Chan Tha Learning Center Monastery. Setahun kemudian beliau mendapatkan gelar Alaṅkara (1st place graduates) dari center yang sama. Kemudian pada tahun 2013 beliau memperoleh gelar Sāsanadhaja dhammācariya dari Ma Soe Yein Learning Center Monastery. Di center ini juga beliau mengajarkan Abhidhamma (Mātikādhātukathā) selama satu tahun. Pada tahun 2018, beliau memperoleh gelar B.A.(B.dh) dari International Theravāda Buddhist Missionary University, Myanmar dan saat ini sedang menempuh pendidikan S-2 di sana. Untuk informasi lebih lanjut tentang kelas ini, silakan menghubungi: SEKRETARIAT DHAMMAVIHARI BUDDHIST STUDIES (DBS) Email: yayasandhammavihari@gmail.com Telpon: 0857 82 800 200, 0812 86 30 3000 dan 021 22556430 Website: dhammavihari.or.id Facebook: Dhammavihari Buddhist Studies. #buddhis #buddhist #dhamma #dharma #ceramah #karma