Dhammavihari Buddhist Studies
  2019-09-20 05:00:05
Kelas Pali: Pengetahuan yang Akurat tentang Kesombongan dan Komentarnya.

Sukhī hontu, Di kelas kali ini Ashin Kheminda mengajarkan kepada para murid cara menerjemahkan tidak hanya sutta tetapi juga aṭṭhakathā (#komentar). Berikut adalah terjemahan dari #Manaparinna Sutta yang berasal dari Khuddaka #Nikaya. MĀNAPARIÑÑĀSUTTAṂ (KN 4.8) 8. vuttañhetaṃ bhagavatā, vuttamarahatāti me sutaṃ — “mānaṃ, bhikkhave, anabhijānaṃ aparijānaṃ tattha cittaṃavirājayaṃ appajahaṃ abhabbo dukkhakkhayāya . mānañca kho, bhikkhave, abhijānaṃ parijānaṃ tattha cittaṃ virājayaṃ pajahaṃbhabbo dukkhakkhayāyā””ti. etamatthaṃ bhagavā avoca. tatthetaṃ iti vuccati — “mānupetā ayaṃ pajā, mānaganthā bhave ratā. mānaṃ aparijānantā, āgantāro punabbhavaṃ. “ye ca mānaṃ pahantvāna, vimuttā mānasaṅkhaye. te mānaganthābhibhuno, sabbadukkhamupaccagun””ti . ayampi attho vutto bhagavatā, iti me sutanti. aṭṭhamaṃ PENGETAHUAN YANG AKURAT TENTANG KESOMBONGAN Ini benar-benar dikatakan oleh Begawan, dikatakan oleh seorang arahat. Demikianlah didengar oleh saya—“Wahai para bhikkhu, seseorang yang tidak mengetahui kesombongan secara langsung, seseorang yang tidak mengetahui kesombongan secara menyeluruh. seseorang yang tidak membebaskan batinnya dari nafsu, seseorang yang tidak meninggalkannya di sana, adalah seseorang yang tidak mampu untuk menghancurkan penderitaan. Wahai para bhikkhu dan sesungguhnya seseorang yang mengetahui kesombongan secara langsung seseorang yang mengetahui kesombongan secara menyeluruh, seseorang yang membebaskan batinnya dari nafsu , seseorang yang meninggalkannya di sana, adalah seseorang yang mampu untuk menghancurkan penderitaan. Begawan mengatakan pesan itu. Sehubungan dengan hal tersebut, hal berikut ini dikatakan demikian — Generasi ini dikuasai oleh kesombongan, terikat oleh kesombongan, senang berada di dalam eksistensi. Mereka yang tidak memahami kesombongan secara menyeluruh adalah mereka yang datang ke kelahiran di eksistensi yang baru. Akan tetapi mereka yang setelah meninggalkan kesombongan, terbebaskan melalui kehancuran kesombongan. Mereka yang telah menaklukkan ikatan kesombongan, mengatasi semua penderitaan. Pesan ini pun dikatakan oleh Begawan. Demikianlah didengar oleh saya. Sutta yang ke delapan Selamat menikmati! Video ini merupakan kelas Pali DBS yang diadakan setiap hari Minggu, jam 13.00-15.00. Rekaman ini merupakan bagian akhir dari kelas yang diadakan pada tanggal 15 September 2019, setelah di bagian awal membahas Lesson 23 dari buku Pali Primer. Tujuan dari pembahasan analisis dan sekaligus menerjemahkan suttanta adalah untuk membuat para siswa akrab dengan struktur kalimat di kitab suci. Keakraban dengan struktur kalimat di kitab suci akan membuat mereka menjadi semakin mudah menerjemahkannya.